Kini kau benar-benar menghilang, semenjak hari itu tidak aku dapati lagi kabar darimu. Kemana dirimu atau sedang apa dirimu aku bahkan tak pernah tahu. Kepergianmu tanpa tanda tanpa jejak sehingga sulit bagiku untuk mencari tahu tentang keberadaanmu. Mungkin aku bisa bertanya tentang keberadaanmu pada seseorang yang ku yakin dia tahu keberadaanmu, tapi urung aku lakukan hal itu mengingat pesanmu kepadaku agar jangan sampai hubungan kita dketahui oleh banyak orang. Lalu kini hanya tinggal aku sendiri menyimpan rindu dendam.
Meskipun kau menghilang tanpa tanda tanpa jejak namun aku yakin kau tidak serta merta melupakan aku, buktinya tempo hari kau menitipkan pesanmu kepadaku melalui dia. Kadang aku berpikir kenapa kau mesti takut orang lain tahu tentang hubungan kita?, memangnya apa sih hubungan kita ini?. berulang kali ku tegaskan pada mereka bahwa aku dan kamu hanya bersahabat tanpa ada melibatkan perasaan lebih dalam, kalaupun hari ini aku sangat merindukan kamu itu hanya perasaan rindu seorang sahabat kepada sahabat baiknya, tidak kah mereka mengerti itu?.
Kamu tahu tidak apa yang membuatku begitu menganggap mu spesial di hidupku?, kebaikan dan ketulusan hatimu lah yang membuatku sayang kepadamu. Kau tidak memandang sesorang dari masa lalunya, kau bahkan dengan senang hati mau membantu orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.
Aku yakin dengan ketulusan hatimu itu, tapi sayangnya tidak semua niat baik kita diterima dan di pahami oleh orang lain. Aku tidak menyalahkan mereka yang tidak sepaham dan tidak mengerti tentang kita, mereka hanya belum mengerti saja tentang rumitnya hubungan ini.
Dulu saat kau juga pernah menghilang aku selalu meminta kepada Tuhan agar kau kembali dan mengembalikan senyuman itu, dan kau kembali!!
Kini akupun meminta hal yang sama kepada Tuhan, aku mohon kembalikan lagi senyuman itu kembalikan lagi sosok sahabat itu dan kembalikan lagi semua kenangan tentang kita.
Jakarta, sore hari...