Aku ingat kamu pernah mengatakan bahwa aku tak selamanya bisa bergantung denganmu, tak selamanya kamu ada untuk aku. Ya itu memang benar, tapi saat itu dan saat kau pergi aku belum siap untuk tidak bergantung denganmu. Ingin rasanya aku meneriakan kepada mu "Kenapa kau dulu seolah memberiku harapan untuk berada di sisiku selamanya, kalau pada akhirnya kau mengatakan hal itu kepadaku, setidaknya jangan katakan itu sekarang!!!". Tapi toh aku sadar suka atau tidak suka, siap atau tidak siap aku harus menerima keputusan mu bulat-bulat.
Aku ingin mengajakmu sekilas melihat kembali kenangan pada masa itu, masa dimana kamu selalu menguatkan dan meyakinkan ku bahwa aku bisa melalui dan melewati fase terburuk dalam hidupku.
Kamu pada waktu itu yakin sekali aku bisa melewati semuanya, padahal aku sendiri tidak begitu yakin aku bisa melewatinya. Tapi kamu hebat, kamu selalu bisa memompa kembali semangat dan keyakinan ku bahwa aku bisa melewati dan berubah menjadi lebih baik.
Tahukah kamu saat itulah aku menggantungkan harapan padamu, aku percaya kamu akan selalu ada untukku dan tak akan pernah meninggalkanku. Aku seperti mendapatkan semangat baru dalam menjalani hidup. Bersamamu kurasakan hari-hari ku begitu berwarna dan indah. Pagi, petang sampai malam kamu ada untukku.
Namun ternyata keyakinan saja tidak cukup, kita seolah lupa bahwa sesempurna apapun kita merencanakan sesuatu ada Dia Sang Maha Perencana. Apa yang kamu ucapkan dan apa yang aku harapkan ternyata tidak sesuai. Aku yang sangat bergantung padamu dan selalu ingin ada di sampingmu terkungkung dalam kesendirian dan kesunyian yang secara tidak langsung kau ciptakan.
Kau tiba-tiba saja menghilang membawa semua harapan dan keyakinanku akan hidup yang semestinya aku jalani. Kalau kamu tau bagaimana kalut dan kacaunya aku pada waktu itu, kamu akan mengerti apa itu rasanya kehilangan.
Kamu hilang bukan karna salahmu bukan juga salahku, bukan kita atau siapapun yang salah di sini.
Mungkin kamu benar bahwa tidak selamanya kamu ada untuk aku, tidak selamanya aku bergantung padamu. Tuhan ingin melihat aku kuat dan bisa melalui semua seorang diri tanpa bergantung pada siapapun kecuali Dia, tidak juga denganmu yang sengaja Dia kirim untuk menguatkan aku bukan untuk membuatku rapuh.
Rabu, 20 Agustus 2014
Jumat, 15 Agustus 2014
Kesunyian Malam...
Dulu kamu sempat menawarkan sedikit kebahagian yang kamu punya agar
aku juga bisa merasakannya,tapi dengan bodohnya aku malah meminta lebih
dari yang kamu tawarkan hingga tak satupun yang aku dapatkan,..tidak
..tidak... setidaknya aku sempat merasakan kebahagian-kebahagian kecil
bersamamu...
Hingga tiba-tiba kau menghilang dari hidupku, menyisakan lubang kehampaan yang yang menganga begitu lebar dan dalam. Malam-malamu jadi begitu sunyi tanpa adanya jejak-jejak langkahmu. Tak ada lagi keceriaan, tak ada lagi canda tawa, semua rasa kehilangan itu hampir membuatku hilang akal. Tahukah kamu apa yang aku lakukan di hampir tiap malam-malamku setelah kepergian mu malam itu?. Jika kamu pernah mendengar cerita perpisahan Adam dan Hawa atau roman picisan Romeo dan Juliet, maka seperti itulah malam-malamku tanpa kehadiranmu, hampa, kosong, dan mati.
Lalu alam seperti mendengar doa dan permohonan yang sering aku panjatkan tiap malam. Aku bisa merasakan lagi kehadiranmu ditiap malam-malamku. Tapi bukan kamu yang datang dihidupku melainkan penjaga-penjagamu yang kau utus untuk menyampaikan berita-berita tentang dirimu dan juga diam-diam kau menugaskan mereka untuk mengawasi dan menjagaku di sini.
Tapi oh betapa bodohnya aku, aku hanyalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan berulang kali. Untuk kedua kalinya aku melakukan kesalahan yang membuatmu begitu sakit untuk menerimanya. Bukan hanya kamu yang sakit dan kecewa atas kesalahanku, aku pun sendiri merasakan kekecewaan dan penyesalan yang begitu dalam terhadap diriku sendiri. Tak henti-hentinya aku mengutuk diriku sendiri atas kebodohan yang aku lakukan kepadamu. Dan Demi Tuhan itulah titik terendah dalam hidupku, membuatmu kecewa dan bersedih atas tindakan bodohku.
Tapi aku tidak benar-benar kehilanganmu setelah itu, kamu masih ada dihidupku walau dengan cara yang berbeda. Aku masih bisa merasakan kehadiranmu walau itu tidak nyata. Dan kehadiranmu di hidupku merupakan kebahagiaan dari Tuhan yang begitu besar yang akan aku syukuri untuk selamanya. Tetaplah kamu hidup dalam khayalku dan tetaplah ada dalam malam-malamku.
Hingga tiba-tiba kau menghilang dari hidupku, menyisakan lubang kehampaan yang yang menganga begitu lebar dan dalam. Malam-malamu jadi begitu sunyi tanpa adanya jejak-jejak langkahmu. Tak ada lagi keceriaan, tak ada lagi canda tawa, semua rasa kehilangan itu hampir membuatku hilang akal. Tahukah kamu apa yang aku lakukan di hampir tiap malam-malamku setelah kepergian mu malam itu?. Jika kamu pernah mendengar cerita perpisahan Adam dan Hawa atau roman picisan Romeo dan Juliet, maka seperti itulah malam-malamku tanpa kehadiranmu, hampa, kosong, dan mati.
Lalu alam seperti mendengar doa dan permohonan yang sering aku panjatkan tiap malam. Aku bisa merasakan lagi kehadiranmu ditiap malam-malamku. Tapi bukan kamu yang datang dihidupku melainkan penjaga-penjagamu yang kau utus untuk menyampaikan berita-berita tentang dirimu dan juga diam-diam kau menugaskan mereka untuk mengawasi dan menjagaku di sini.
Tapi oh betapa bodohnya aku, aku hanyalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan berulang kali. Untuk kedua kalinya aku melakukan kesalahan yang membuatmu begitu sakit untuk menerimanya. Bukan hanya kamu yang sakit dan kecewa atas kesalahanku, aku pun sendiri merasakan kekecewaan dan penyesalan yang begitu dalam terhadap diriku sendiri. Tak henti-hentinya aku mengutuk diriku sendiri atas kebodohan yang aku lakukan kepadamu. Dan Demi Tuhan itulah titik terendah dalam hidupku, membuatmu kecewa dan bersedih atas tindakan bodohku.
Tapi aku tidak benar-benar kehilanganmu setelah itu, kamu masih ada dihidupku walau dengan cara yang berbeda. Aku masih bisa merasakan kehadiranmu walau itu tidak nyata. Dan kehadiranmu di hidupku merupakan kebahagiaan dari Tuhan yang begitu besar yang akan aku syukuri untuk selamanya. Tetaplah kamu hidup dalam khayalku dan tetaplah ada dalam malam-malamku.
Rabu, 06 Agustus 2014
The Story Of...
Halo Daeng,
Saya tau kamu lagi sakit ya?, Ewink yang bilang ke saya kalau maag kamu kambuh. Makan sembarang ya kamu sampe kambuh begitu....
Mudah-mudahan cepet sembuh ya dan jangan kebanyakan makan mie instan terus.
Daeng kamu tau, selama saya kerja di tempat kerja saya yang sekarang berat badan saya naik sampai 15kg, hahahaha
perut dan badan saya tambah melar, pipi saya juga jadi tembem...Saya tau kamu lagi sakit ya?, Ewink yang bilang ke saya kalau maag kamu kambuh. Makan sembarang ya kamu sampe kambuh begitu....
Mudah-mudahan cepet sembuh ya dan jangan kebanyakan makan mie instan terus.
Daeng kamu tau, selama saya kerja di tempat kerja saya yang sekarang berat badan saya naik sampai 15kg, hahahaha
Senin, 04 Agustus 2014
Langganan:
Postingan (Atom)