Aku ingat kamu pernah mengatakan bahwa aku tak selamanya bisa bergantung denganmu, tak selamanya kamu ada untuk aku. Ya itu memang benar, tapi saat itu dan saat kau pergi aku belum siap untuk tidak bergantung denganmu. Ingin rasanya aku meneriakan kepada mu "Kenapa kau dulu seolah memberiku harapan untuk berada di sisiku selamanya, kalau pada akhirnya kau mengatakan hal itu kepadaku, setidaknya jangan katakan itu sekarang!!!". Tapi toh aku sadar suka atau tidak suka, siap atau tidak siap aku harus menerima keputusan mu bulat-bulat.
Aku ingin mengajakmu sekilas melihat kembali kenangan pada masa itu, masa dimana kamu selalu menguatkan dan meyakinkan ku bahwa aku bisa melalui dan melewati fase terburuk dalam hidupku.
Kamu pada waktu itu yakin sekali aku bisa melewati semuanya, padahal aku sendiri tidak begitu yakin aku bisa melewatinya. Tapi kamu hebat, kamu selalu bisa memompa kembali semangat dan keyakinan ku bahwa aku bisa melewati dan berubah menjadi lebih baik.
Tahukah kamu saat itulah aku menggantungkan harapan padamu, aku percaya kamu akan selalu ada untukku dan tak akan pernah meninggalkanku. Aku seperti mendapatkan semangat baru dalam menjalani hidup. Bersamamu kurasakan hari-hari ku begitu berwarna dan indah. Pagi, petang sampai malam kamu ada untukku.
Namun ternyata keyakinan saja tidak cukup, kita seolah lupa bahwa sesempurna apapun kita merencanakan sesuatu ada Dia Sang Maha Perencana. Apa yang kamu ucapkan dan apa yang aku harapkan ternyata tidak sesuai. Aku yang sangat bergantung padamu dan selalu ingin ada di sampingmu terkungkung dalam kesendirian dan kesunyian yang secara tidak langsung kau ciptakan.
Kau tiba-tiba saja menghilang membawa semua harapan dan keyakinanku akan hidup yang semestinya aku jalani. Kalau kamu tau bagaimana kalut dan kacaunya aku pada waktu itu, kamu akan mengerti apa itu rasanya kehilangan.
Kamu hilang bukan karna salahmu bukan juga salahku, bukan kita atau siapapun yang salah di sini.
Mungkin kamu benar bahwa tidak selamanya kamu ada untuk aku, tidak selamanya aku bergantung padamu. Tuhan ingin melihat aku kuat dan bisa melalui semua seorang diri tanpa bergantung pada siapapun kecuali Dia, tidak juga denganmu yang sengaja Dia kirim untuk menguatkan aku bukan untuk membuatku rapuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar